Rabu, 12 Juni 2019

Q & A – Animasi Horor - Wowo dan Teman-teman



Suatu hari tim Animasub lagi nongkrong di suatu tempat yang disitu bocah-bocah kecil pada ngumpul. Dan yang bikin kaget sekaligus kagum adalah, mereka muter animasi Wowo dan Teman-teman di Youtube.

“Lho itu kan bikinan si Fajar. Wah keren udah viral aja nih!”

Ya memang kami kenal dengan sutradara si Wowo sejak sebelum dia bikin animasi itu. Dulu suka bikin animasi dengan nama Koplak Dokar. Dan cukup membanggakan karena kami sedikit banyak tahu proses awalnya. Nah karena itu, kami kembali kontak dia via WA dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pendek.

***

Q : Sejak kapan Wowo dibuat
A : wowo dibuat tahun 2015

Q : Bagaimana awalnya Wowo dibuat?
A : karena masih sedikit banget animasi lokal yang ada di indonesia maka author coba coba membuat animasi dg modal seadanya menggunakan smartpone.bertema lokal budaya indonesia dalam bentuk horor.

Q : Wowo terinspirasi dari apa?
A : Dari cerita mitos yang beredar di Indonesia.kususnya di lingkungan sekitar.



Q : Apakah wowo dikerjakan oleh tim, atau mempunyai studio animasi?
A : Saat ini tim wowo terdiri dari beberapa orang (pengisi suara) dan belum mempunyai studio animasi khusus.

Q : Dimanakah Wowo diproduksi?
A : Wowo ada di Semarang Jawa tengah

Q : Apa visi misi dari author tentang animasi indonesia?
A : Mengenalkan beragam budaya yang ada di Indonesia dalam bentuk mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Karena hampir di semua daerah di Indonesia terdapat mitos-mitos, dan mau tak mau kita hidup di dalam mitos tersebut. Dan disajikan dengan tokoh Wowo sebagai anak kecil pada umumnya.

***
Yuk rek, langsung cek youtube-nya dan tekan subscribe ya! Selain itu kalian juga bisa ikuti FB dan IG nya.


Saat tulisan ini dibuat. Subscriber Wowo di YT sudah mencapai 1.1 Juta!
Sukses ya Fajar dan Wowo-nya. 


Q & A Rizky Riplay – Author Animasi Horor Youtube

Terus terang tim Animasub sempat terkejut, tapi gak pake ayam-ayam sih, hehe, ketika tahu ada youtuber animasi dari Surabaya, yang melejit dengan konten hantu-hantunya. Ini berarti kabar yang buaik banget. Semakin bertambah lagi arek kreatif dari kota Pahlawan ini. Dan semoga youtuber animasi dari Suroboyo lain segera menyusul.

---- Berikut hasil Q & A singkat dengan author Rizky Riplay via WA ----

Q : Sejak kapan membuat animasi di youtube?
A : Pertama kali buat animasi untuk tugas akhir saya di ITS yaitu September 2010, setelah itu hanya buat animasi untuk ikut lomba2 saja. Jika serius bikin konten di Youtube di Youtube baru akhir tahun 2017 dengan mengajak 1 teman animator.

Q : Bagaimana awalnya membuat tema horor?
A : Awalnya karena video paling awal yang melejit bertemakan horror komedi, video itu juga mengumpulkan subscriber awal, maka selanjutnya kita fokus di konten horror.


Q : Apakah dikerjakan oleh tim, atau mempunyai studio animasi?
A : Saat ini belum ada studio animasi khusus, Saat ini hanya dikerjakan oleh tim kecil dengan 2 animator utama (Animator 1 : Rizkyriplay - Animator 2 : Andy riplay). Dan 2 anggota lain mengumpulkan materi serta menghandle social media, sekali2 kita berkumpul untuk membahas ide2 kedepannya.

Q : Dimanakah diproduksi?
A : Sementara Diproduksi di Kota Surabaya sementara di kediaman masing-masing.

Q : Apa visi misi dari author tentang animasi indonesia?
A : Kita berharap animasi Indonesia bisa terus berkembang dengan tetap mengusung identitas lokal yang menarik serta kedepannya bisa menjadi salah satu aset besar Indonesia, seperti Jepang dengan game dan animenya.

***

Saat tulisan ini dibuat. Subscribers mereka di Youtube telah mencapai 2,4 Juta!
Langsung ae takis & jangan lupa pencet tombol subscribe di :Youtube/RizkyRiplayAtau bisa ikuti sosmed mereka di IG : rizkyriplayFB : Rizky-Riplay


Minggu, 18 November 2018

Beacon - Bekraf Animation Conference - Surabaya

Pada Selasa, 13 nopember 2018. Bekraf mengadakan BEACON di Suroboyo, persisnya ada di Hotel Wyndham. Yang bertujuan memperkenalkan program-program Bekraf. Terkait pengembangan ekonomi kreatif kepada pelaku, asosiasi dan masyarakat ekonomi kreatif. Khususnya untuk subsektor animasi. Serta menjembatani kesenjangan jejaring bisnis animasi antara rumah produksi dengan distributor, atau investor nasional dan global. Untuk memberi ruang pada talenta muda animasi Indonesia dengan menimba ilmu melalui mentor/tutor yang bereputasi dunia, untuk membangun kolaborasi dengan pelaku utama animasi nasional & dunia.

Pada jam 8 pagi, acara ini buka oleh Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif. Beliau menyebutkan bahwa film dan animasi, sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, menyumbang nilai tambah sebesar Rp1,354 trilyun (wih guede yo, rek!), terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sebesar 0,16% atau sebesar 0,01% terhadap PDB Nasional.

Salah satu rangkaian acara BEACON adalah pameran yang memperkenalkan dan mempromosikan hasil karya dari berbagai studio animasi Indonesia, terutama studio asal Surabaya dan juga beberapa karya siswa SMK di Surabaya.

Diselenggarakan pula talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber seperti Eki N.F (MPic Animation), Faza Sulthon (Hompimpa Studio), Cak Waw (Trio Hantu Cs), Berny Julianto (Neo Paradigm Comics), Alfi Zachkyelle (Kampoong Monster), Cak Ikin (CuloBoyo) dan mas Akbar (Komikus/Jatim strip).

Dan ini adalah acara animasi tak terduga yang menyenangkan. Karena pada tahun ini 10 Nopemberan kebetulan tidak diadakan, jadi bisa jadi penggantie gitu lho :)

Sumber : bekraf.go.id – risamedia.com

---------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang Bekraf
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Jumat, 27 Juli 2018

Audiensi dengan Bu Risma

sumber foto : twitter @SapawargaSby
Wah senenge rek. Akhirnya dapat kesempatan ketemu Walikota idaman kita semua. Bu Risma! Hehe ndesit yo. Yo wes gakpopo, lah! Wong juga gak semudah itu ketemu sama beliau. Acara ini saja baru bisa ter-realisasikan setelah 2 tahun direncanakan.

Nah yang bikin mancep di otak kami, gak tau yang lain, pas beliau cerita. Kalau dia dikatakan "crazy" sama orang-orang bule. Mereka bilang, "Mana ada Walikota ikut ngatur-ngatur jalan raya?"

Yo iki lho Suroboyo. Tulus, blak-blak an, tanpa pamrih, dan sepenuh hati membangun kota Pahlawan sing mbois pol iki. Buktinya pertemuan kemarin itu Bu Risma justru berterima kasih pada para Influencer Media Sosial yang membuat Surabaya terkenal di dunia. Tapi ya sebenernya kebalik hehe. Bu Risma lah yang membuat kami bangga dengan Surabaya seperti sekarang ini. Terima kasih, Bu!

Jadi kemarin tanggal 25 Juli 2018. Bertempat di Balai Kota Surabaya. Walikota mengundang para Influencer Media Sosial Surabaya untuk berdiskusi tentang uneg-uneg, pernyataan, dan apa saja yang sekiranya membuat Kota Surabaya ini maju dengan baik.

Dan khususnya kami. Senang sekali karena ternyata pertanyaan kami tempo hari tentang pemasangan rambu dengan penggunaan karakter ber-Haki. Apakah sudah izin atau belum? Ternyata direspon dan semoga membuka mata kita, untuk lebih peka akan hukum Properti Intelektual.


Respon baik itu adalah dengan membuka pelayanan Hak Cipta gratis untuk produk kreatif arek-arek Surabaya. Supaya karya kita mempunyai payung hukum. Yang bisa di urus di Coridor Coworking Space di Siola. Nah semoga secepatnya kami bisa nge-cek kesana, ya. Dan bisa kami bagikan dengan yang lain.


O ya pas cerita apa itu ya. Ibu bilang 
"
Oalah ngene yo 
repote dadi 
Walikota..!
"
Hehe tenang, bu, tenang! kami selalu akan mendukung demi kemajuan Surabaya. Semangad!

Sedikit video dari audiensi kemarin. 
Mohon maklum kalau gambarnya nggak lengkap 
dan kualitasnya kurang baik.

Kamis, 24 Mei 2018

DOA - Dari Komik Menuju Animasi dan Layar lebar

Dulunya karakter Doyok, Otoy dan Ali Oncom, adalah karakter komik strip yang mangkal di rubrik Lembaran Bergambar Karikatur di koran Pos Kota. Karena koran Jakarta, maka kontennya rata-rata berisi tentang kehidupan masyarakat disana.


Kini mereka dihadirkan kembali menjadi serial animasi 3D dengan judul DOA (Doyok, Otoy, Ali oncom). Yang digarap oleh MPIC Animation. Dan sejak 17 Mei 2018 animasinya sudah bisa dinikmati di MNCTV tiap hari kamis sampai minggu pukul 17.50 WIB.




Sepertinya serial animasi di tv ini sebagai promo juga untuk film live layar lebarnya, yang juga berjudul sama. Yang digarap oleh MD entertainment, dengan sutradara Anggy Umbara. Dan dibintangi Fedi Nuril sebagai Doyok, Panji Pragiwaksono sebagai Otoy, dan Dwi Sasono sebagai Ali Oncom.


sumber : IDN Times, kaori nusantara, poskotanews.com, mpic animation

Jumat, 30 Maret 2018

Elaborasi - Animasi Surabaya di Pekan Film Nasional

Bulan Maret adalah bulan film nasional. Banyak tempat di daerah-daerah di Indonesia mengadakan acara-acara film. Salah satunya Elaborasi. Yang diselenggarakan di Royal Plaza Surabaya atas kerjasama Infis, Pusbang film, Diknas, Dharma Wanita dan Chicking.

Sementara kontributor kontennya berasal dari film layar lebar hingga film pendek, juga animasi. Animasi-animasi yang ditayangkan ini semua berasal dari Surabaya. Ada Culoboyo, Trio Hantu Cs , Lima Pagi dan Gob and Friends. Meski seharusnya banyak lagi animasi yang bisa diputar, namun waktunya nggak cukup. Karena harus dibagi pula oleh sesi diskusi yang narsum nya antara lain : Cak Waw, Jacky Ho, dan Hebz.


Seorang peserta dari jurusan DKV UPN cukup aktif menanyakan banyak hal tentang animasi. Diantaranya : apa upaya untuk supaya serial animasi Indonesia bisa banyak. Apakah ada harapan untuk animasi Indonesia kedepannya. Bagaimana cara bekerjasama dengan pembuat animasi, sedang saya hanya bisa bikin cerita saja. Ketiga narasumber mempunyai pandangan variatif untuk itu. Namun intinya bahwa animasi Indonesia masih on-progress. Dan peluang untuk maju maish sangat luas. Karena sekolah-sekolah animasi sudah ada dan banyak. Konten budaya Nusantara yang menarik untuk digali juga masih segar. Yang penting selalu jalan dan selalu optimis.


Rabu, 21 Februari 2018

Profesor Animasi dan VFX Amerika ke Surabaya

Dunia animasi adalah dunia seni. Dimana tidak ada batasan waktu dan tempat untuk saling berbagi dalam berkreasi. Tanggal 17 januari lalu kami mendapat kabar bahwa Eric Hanson akan datang ke Surabaya.

Whatsapp Jacky Hoo

Graha Pena 11 Februari 2018
Seorang peserta mencoba VR dari hasil rancangan Eric
Banyak hal baru ketika kami mengikuti seminarnya di Graha Pena pada tanggal 11 Februari kemarin. Dan memang benar jika perkembangan dunia animasi disini dan amerika sudah jauh sekali. Mereka sudah melakukan banyak hal. Dari efek visual yang dulu harus dibangun sendiri di software 3D. Hingga sekarang mengembangkan kamera untuk meng-capture dunia nyata 360 derajat. Yang tentu lebih detail di tekstur, dan lebih mempermudah perancangannya untuk produksi. Ini juga dikembangkan melalui VR dan AR. Dan yang mengejutkan lagi resolusinya sangat-sangat besar. Hingga gambar sebesar titik saja kalau dibesarkan masih kelihatan detail. Dan ini adalah sebuah pengetahuan yang sangat apik dan epic.
Menurut Eric, Virtual Reality yang lagi rame saat ini sebenarnya sudah ada lama sekali. Namun karena saat itu teknologinya terlalu jauh dari jangkauan masyarakat, maka sulit dinikmati, Sejak adanya teknologi smartphone, setiap orang sekarang dengan mudah menikmatinya. Bahkan sekarang teknologi itu sudah berkembang lagi menjadi Augmented Reality. Yang salah satu visinya adalah, suatu saat kita lihat film dengan berada didalam film itu sendiri.

Lingkungan
Eric bilang acara-acara pameran teknologi perkembangan dunia digital di Amerika hampir ada tiap minggu. Sehingga menurut kami perkembangan ini tentu tidak lepas dari lingkungan per-animasian di suatu tempat. Jika apa yang seperti dikatakan Eric begitu, maka bisa dipastikan kebutuhan untuk mengembangkan teknologi dikalangan masyarakatnya juga lebih punya banyak peluang.


Rangkaian Tour 
Sebenarnya acara ini adalah rangakaian tour pelatihan animasi yang diadakan oleh Konjen Amerika dalam meningkatkan hubungan bilateral negara. Dan sudah dilakukan dari Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, Batam, Surabaya, dll.



Semoga acara ini berkelanjutan untuk memperdalam ilmu animasi di Indonesia

Foto by Bisma
 sumber : myAmerica Surabaya

Sabtu, 20 Januari 2018

Animasi Culoboyo Tembus Silver Button Youtube

Halo arek mbois! begitulah sapaan karakter cak Ikin dan Culoboyo menyapa penonton youtube nya. Wuih penontonnya saja mbois, berarti cak Ikin lebih mbois hehe. Dan memang mbois-is ini cak Ikin. Karena konsisten membangun karakter Culoboyo sejak 2007. Yang awal itu masih versi Suro dan Boyo. Karena yang versi awal, menurut cak Ikin, penuh dengan pisuhan khas Surabaya. Dan supaya tontonan animasinya aman bagi anak-anak, maka dia membuat kebijakan menjadikannya genre anak-anak.

Ya ampun sudah update berita telat, eh lupa ucapkan selamat hehe. Selamat Cak Ikin dan Culoboyo! Sukses terus!


Wadaw! Si Juki masuk Box Office Pertama Film Animasi Indonesia!

Film animasi layar lebar dengan judul lengkap Si Juki The Movie : Panitia Hari Akhir. Dinobatkan menjadi film animasi Indonesia pertama yang meraih gelar Box Office. Ini dikarenakan jumlah penonton pada hari pertama, pada 28 desember 2017, tembus sekitar 72.000 orang!


Ini tentu menjadi kabar bahagia untuk kesekian kalinya datang dari dunia peranimasian Tanah Air. Meskipun bisa dibilang masih jarang. Namun lonjakan animasi-animasi layar lebar semakin terasa cepat. Dan berharap banget bisa menjadi acuan bagi penggiat atau pengusaha animasi untuk semakin rutin memproduksi animasi-animasi lainnya.

Film yang bersegmen semua umur ini adalah adaptasi dari komik Si Juki, yang diciptakan oleh Faza Meonk. Yang juga tidak kalah larisnya, bahkan sempat mengungguli penjualan komik-komik import. Cerita dalam komik-komik tersebut sangat beragam. Sementara untuk film animasinya menceritakan tentang Si Juki, seorang selebriti yang berada di puncak kariernya. Sikapnya yang polos, jenaka dan berani menjadi berbeda membuatnya disukai banyak orang. Hingga sebuah kesalahan membuatnya berbalik menjadi musuh nomor satu di Indonesia.

Film ini dibintangi sejumlah nama besar sebagai pengisi suara. Di antaranya ada Bunga Citra Lestari, Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting, Babe Cabita, Tarzan, Indro Warkop, dll.


Produser Frederica mengatakan, Peluang film ini menjadi sukses sangatlah terbuka lebar, melihat selama ini tak banyak film animasi yang beredar di Indonesia. Dia menyatakan dikeluarkannya film Juki bisa menjadi sebuah percobaan pasar untuk film animasi di Indonesia. Dan jika target penonton tercapai film animasi ini akan dibikin sekuel.



TRAILER



Sumber : detik.com,, solopos.com

Minggu, 19 November 2017

Serangan Kadet 1947 Menggemparkan Indonesia Jaya Expo 2017


Dunia animasi & dunia tentara tidak jauh berbeda. Sama-sama harus kompak & disiplin. Tentu tidak sulit beradaptasi untuk menjalin kerjasama dengan TNI AU.
 


Seperti SSR Jakarta, Ametis Institute, & Kampoong Monster Creative Labz. Yang telah memproduksi film animasi berjudul Serangan Kadet 1947. Yang pada 18 nopember 2017 telah menggemparkan acara TNI AU : Indonesia Jaya Expo 2017 di Mall Kota Kasablanka (KOKAS).

"Awalnya film ini berjudul Ambarawa 47. Namun karena ceritanya juga sampai Semarang dan Salatiga. Maka kami dan TNI AU sepakat menggantinya." Jelas Alfi Zachkyelle selaku produser, sutradara, dan penulis skenario.

Judul Lama & Judul Baru
Film ini berdasar kisah nyata tentang penyerbuan udara pertama oleh AURI pada 1947 terhadap Belanda. Saat itu kondisi sangat tidak memungkinkan. Hanya menggunakan 3 buah pesawat usang, rusak, dan tersisa pesawat yang baru diperbaiki. Terlebih lagi para pilotnya belum pernah melakukan operasi udara. Keberanian ini pun menjadi salah satu triger perjuangan di Indonesia. Juga mendapat perhatian khusus pada dunia internasional. 


Kata Alfi lagi, bahwa film ini akan dijadikan serial. Yang berhubungan dengan kisah-kisah heroik TNI AU pada masa perjuangan. Semoga ini menjadi salah satu puzzle industri animasi dimasa depan. Demi memberi influenze tentang kerukunan, keamanan, persatuan dan kedaulatan bangsa.

TEASER





sumber : Popcon Asia, Kaori Nusantara, Alfi Zachkyelle


Jumat, 17 November 2017

Game Tiang Listrik

Tiang listrik mendadak menjadi bahan pembicaraan hot saat ini di jagat maya Indonesia. Setelah mobil yang ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau Jakarta pada Kamis (16/11).

Lucu-lucu sih satiran warganet. Ada yang bilang salah tiang listriknya karena tidak ngeles. Ada juga yang bilang tiang listriknya sakti karena tidak lecet. Bahkan ada meme tiang listrik yang tergeletak sakit diatas kereta dorong, diangkur oleh petugas kesehatan menuju UGD. Hingga tagar #SaveTiangListrik pun mencuat deras di jajaran medsos tanah air. 

Atas inspirasi itu. sebuah developer game asal Yogyakarta, Noobzilla, menciptakan sebuah game unik yang dikasih judul Tiang Listrik. Dan sudah tersedia untuk diunduh di Google Play Store. "Sapa bilang nabrak tiang listrik gampang? Coba loe bisa berapa kali nabrak?" Jargon game tersebut.

KLIK : PREVIEW GAME TIANG LISTRIK


sumber : kumparan

Senin, 13 November 2017

Animasi Terkini di Cikini 2017


Animakini 2017 merupakan singkatan dari animasi Cikini dan animasi terkini. Acara ini merupakan acara pertama DKV Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Creative Labs yang ditunjuk sebagai tim penyusun Grand Strategi dan Roadmap Sub Sektor Animasi dalam penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan Pusat Unggulan Animasi.

Kegiatan ini diadakan dari 8-9 nopember 2017. Di Goethe Haus, Jakarta Pusat. Dalam rangka membahas secara bersama mengenai perkembangan animasi Indonesia dalam lingkup ekosistem animasi sehingga bisa memberikan motivasi, semangat berbagi, dan menularkan pengetahuan di industri animasi, yang dapat menghasilkan regenerasi berikutnya dari pelaku animasi yang semakin maju, melalui inkubasi bisnis animasi, dari produksi, bisnis, distribusi maupun service dan kolaborasi kerja.

Ada banyak seminar dan talkshow dengan berbagai topik yang menarik dan pembicara yang kompeten di bidangnya. Tidak hanya bahas dari segi industri animasi terkini, tetapi juga membahas bagaimana secara teknis pembuatan animasi itu tersendiri hingga bagaimana tanggapan serta apa saja yang pemerintah lakukan dalam memajukan industri animasi Indonesia.



Ekonomi Kreatif Masa Depan

"Animasi, film, dan video adalah salah satu subsektor yang dijadikan prioritas ekonomi kreatif Indonesia di masa depan. Kontribusi yang diberikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Subsektor ekonomi kreatif, termasuk animasi dan video berkontribusi Rp 852 triliun atau 7,38 persen terhadap PDB nasional 2015 dengan tingkat pertumbuhan per tahun mencapai 4,38 persen." kata Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Boy Berawi. Saat mengisi salah satu acara Animakini.

Animasi = Kerjasama

Bekraf sebagai badan kreatif Indonesia merespon baik tentang situasi animasi di Indonesia. Badan ini sudah melakukan kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga berbagai perguruan tinggi. Kerjasama tersebut berupa memberikan fasilitas terhadap para pelaku animasi, sehingga mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di lembaga tersebut. Salah satunya untuk rendering video.

"Melalu kerja sama ini, Bekraf akan memperkuat komitmen, konsistensi, dan kontinuitas, untuk terus melakukan kemitraan bersama lembaga akademis atau perguruan tinggi untuk mengembangkan ekonomi kreatif," kata Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf, Wawan Rusiawan.


sumber : Group WA Inama Family, Beritasatu Com, Popconasia Com, Sindonews Com

Minggu, 12 November 2017

Animasi Pendek Terbaik Piala Citra Festival Film Indonesia

Sejak tahun 2013. Festival Film Indonesia (FFI) membuka kategori baru. Yaitu film animasi pendek 

2013
Nominasi
1. Florist, sutradara M Panji Sofiullah
2. Hebring & Bagol, sutradara Mar Lan Sugama, Dennis Adhiswara dan Andi Martin
3. Inspektur Jonni, sutradara Mohamad Fajar, FFTV IKJ
4. Kripik Sukun Mbok Darmi, sutradara Heri Kurniawan
5. Sang Suporter, sutradara W Darmawan

Pemenang
Sang Suporter, sutradara W Dharmawan













2014
Nominasi
1. Asia Raya, sutradara Anka Atmawijaya Adinegara
2. Adit Sopojarwo, sutradara Dana Riza & Indrajaya
3. Love Paper, sutradara Bambang “Ipoenk” KM
4. Anak Bangsa, sutradara M Panji Shopiyullah
5. Pret!, sutradara Firman Winjasmara

Pemenang
Asia Raya, sutradara Anka Atmawijaya Adinegara, Crymsonik Pictures














2015
Nominasi
1. Djakarta 00, Galang E. Larope
2. GWK, ALAM Sutera
3. Kapur Ade. Lanting Animation
4. Parte, Pe-Mamam Production
5. Tendangan Halilintar, MD Animation - Jakarta

Pemenang
GWK, ALAM Sutera














2016
Nominasi
1. Surat untuk Jakarta, sutradara Andre Sugianto, Aditya Prabaswara & Ardhira Anugrah Putra
2. Adit Sopo Jarwo: Eyang Datang Semua Senang, sutradara Indrajaya & Omar Aryaindra
3. Adit Sopo Jarwo: Festival Perahu Kertas Belayar Tanpa Batas, sutradara Indrajaya & Omar Aryaindra
4. Ang, sutradara Robert Sunny
5. Reform, sutradara M. Ramza Ardyputra

Pemenang
Surat untuk Jakarta, Aditya Prabaswara & Ardhira Anugrah Putra














2017
Nominasi
1. Darmuji 66, Bhinneka di Persimpangan, sutradara Ahmad Hafidz Azro'i
2. Kaie and the Phantasus' Giants, sutradara Ahmad Hafidz Azro'i
3. Lukisan Nafas, sutradara Fajar Ramayel
4. Make A Wish, sutradara Salsabilla Aulia Rahma
5. Mudik, sutradara Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, Aditya Prabaswara

Pemenang
Lukisan Nafas, sutradara Fajar Ramayel


2018
Nominasi
1. Keluarga Satu Setengah, karya Michaela Clarissa Levi, Robert Sunny dan Raffael Arkapraba Gumelar.
2. Knight Kris, karya William Fajito, Antonius.
3. Si Juki The Movie, karya Faza meonk.
4. Terrorvision 3000, karya Percolate Galactic.
5. Thank You, karya Benvuto Lucano A.
6. The Awakening Lullaby, karya Sendika Rahmadhannik.

Pemenang
Si Juki The Movie, sutradara Faza meonk





Sabtu, 11 November 2017

10 NOPEMBERAN 2017

Puji syukur kepada Tuhan YME. Acara ke 5 ini telah sukses dengan baik. Kali kami mengambil tema Budaya Kreatif. Sebagai modal kemajuan ekonomi dan industri animasi kelak.

Pada pukul 18:30 tet. Acara langsung dibuka, byak! Diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya. Kemudian pembacaan teks proklamasi, lalu pidato heroik Bung Tomo. Selanjutnya ke pemutaran sesi 01.
Berdiri bersama menyanyikan Indonesia Raya. Meski penonton masih dikit, tapi waktu tak boleh molor.

Animasi Sesi 01
Mas Be dari Mas Be | Goyi Pipi dari Cube Works
Kirai dari Piapi Animation | Adit Sopo Jarwo dari MD Animation
Kamtis Babies dari Euforia AV | Mudik dari Pijaru
Culoboyo dari Cak Ikin


Rasan-Rasan Animasi
Budaya Kreatif adalah modal agar ekonomi kreatif & industri kreatif sukses


Tidak diragukan lagi produk tradisional bangsa ini mempunyai cita rasa dan kelas di mata dunia. Batik, ukiran, dan jenis kerajinan lain sudah menjadi komoditi tersendiri untuk negara Indonesia. Namun perjalanan itu butuh waktu dan tidak mudah hingga menjadi seperti sekarang ini. Banyak juga kendala yang merugikan identitas bangsa. Seperti klaim kerajinan yang dimiliki oleh negara lain. Juga seperti karya-karya sastra Indonesia yang ternyata diambil oleh negara lain.
Kemungkinan hal ini terjadi karena kurang pedulinya kita terhadap karya tersebut. Dan kita baru sadar itu berharga ketika diambil oleh pihak lain. Dari sini bisa dilihat bahwa ujung permasalahannya adalah kurangnya kepedulian dari pihak-pihak terkait. Yang mungkin juga karena edukasinya sebatas dengungan untuk menghargai karya orang lain. Namun hanya menjadi wacana dan tidak berasa dekat dengan karya-karya itu.
Beberapa pihak-pihak terkait ini bukan berarti tidak melakukan apa-apa untuk animasi. Hanya saja belum adanya keseimbangan antara pemerintah, media, pemodal, akademis, kreator dan konsumennya. Akhirnya kesemuanya mencari jalan sendiri-sendiri dan masih menjadi puzzle yang masih tercecer.

PUZZLE KREATIF
Berikut adalah gambaran tentang puzzle-puzzle tersebut. Tidak mewakili semuanya, hanya yang terlihat dipermukaan saja.

Pemerintah : Dari pihak Dinas Pendidikan membuka jurusan animasi. Namun kelemahannya tidak ada industri yang mendukung. Sehingga lulusannya tidak mendapat tempat yang pas ketika bekerja.
Media : Media sudah menayangkan animasi lokal. Namun hanya menayangkan sejumlah serial yang mereka terima. Untuk rerun pihak pemilik animasi mesti beli jam tayang. Yang tentu mahal dan tidak seimbang dengan keuangan PH animasi. Padahal animasi pengerjaannya lama dan tidak mungkin striping seperti sinetron. Dan karakter animasi akan menjadi dikenal jika ada rerun.
Pemodal : Pemodal disini bisa bank atau pengusaha. Mereka sukses dalam memanajemen bisnisnya. Namun masih merasa terlalu beresiko memodali jenis bisnis animasi. Yang dirasa sangat lama untuk balik modal dan keuntungan.
Akademis : Beberapa sekolahan sudah ada jurusan animasi. Namun banyak juga yang masih belum mempunyai SDM pengajar yang tepat.  Disisi lain terkendala akan kurikulum yang masih belum ideal dengan jurusan animasi. Sehingga SDM yang terbentuk tidak maksimal.
Kreator : Usaha-usaha untuk membuat animasi dan cara mengenalakan produknya beragam. Ada yang sudah tayang di tv, di bioskop, dan juga online. Namun untuk mempertahankan produknya masih belum bisa fokus. Padahal animasi perlu waktu lama untuk dikenalkan ke masyarakatnya.
Konsumen : konsumen lebih peduli dan suka dengan animasi dari luar. Tidak salah, karena asupan animasi negri juga kurang.


Dari beberapa gambaran diatas bisa dilihat. Ada banyak celah yang masih harus terus diisi. Hingga berkoneksi dan menjadi sebuah infrastruktur.

CELAH KREATIF
Celah ini bisa diartikan kekurangan, atau juga sebuah peluang. Tergantung aksi dari pihak-pihak tadi. Jika dibiarkan tidak menjadi apa-apa. Tapi jika diisi akan menjadi sebuah harapan. Berikut adalah beberapa contoh pihak-pihak yang mengisi celah tersebut. Yang nanti akan dimoderatori Kak Tosan dalam Rasan-Rasan Animasi.

CAK IKIN
Cak Ikin fokus membuat animasi sejak tahun 2007. dari perjalanan festival hingga memmpunyai channel sendiri di youtube. Hingga ter-verifikasi dan mencapai 100 ribu pelanggan. Artinya cak Ikin sebagai kreator membangun secara mandiri budaya kreatifnya. Dari produk hingga segmen. Segmen ini lah yang secara tidak langsung menjadi teredukasi dan menjadi dekat dengan karya-karya cak ikin. Sehingga kepedulian terhadap animasi dari Cak Ikin tumbuh. Yang tentu akan memberikan dampak baik bagi keduanya.
ARIF
Sebagai pengajar SMK jurusan animasi mungkin mempunyai gagasan membekali siswa tentang skill, pengetahuan atau kemandirian. Dengan menyesuaikan kondisi animasi yang kurang memadai saat ini, ketika lulus nanti. Apakah diarahkan menjadi freelancer untuk servicing animasi, atau mengembangkan produk animasi sendiri seperti cak ikin. Bahkan membuat usaha ph animasi, dsb. Meskipun keputusan tetap pada siswa sendiri. Paling tidak menanamkan buah pikiran pada para siswa, untuk selalu bisa kreatif menumbuhkan apa yang mereka dapat dari bangku sekolah.
FAUZAN
Sebagai penggiat film yang sering mengadakan event pemutaran dan workshop film. Pada dasarnya telah menyebarkan pengetahuan tentang budaya kreatif. Ditambah dengan sering mengikuti dikegiatan-kegiatan luar negri. Tentu mempunyai pengetahuan tentang perbandingan, bagaimana yang disana dan disini dalam membangun budaya kreatif melalui film. Mana yang sekiranya menjadi kelebihan dan kelemahan antara keduanya, dsb.



KESIMPULAN
CAK IKIN Ini kok kayak laporan tahunan hehe. Yang tahun lalu masih puasa. Nah sekarang sudah bisa berbuka, meski lauknya iwak tempe sama tahu. Youtube adalah masa depan tersendiri untuk ekonomi kreatifnya.
ARIF
dari pihak sekolah membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan kreator yang yang membutuhkan SDM animator. Berapa-berapanya juga termasuk syarat untuk kelancaran prosesnya hehe.
FAUZAN
dari apa yang didapat di Busan. Sebenarnya masih banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan. Bahkan SDM Indonesia termasuk menjadi pertimbangan disana. Karena beberapa tenaga untuk produksi juga melibatkan dari sini. Kesempatan untuk berbagi pengalaman tidak tertutup dan melimpah ruah.

4 penanya di Rasan-Rasan Animasi mendapat hadiah mbois dari Gob & Friends dan Kaos Culoboyo Cak Ikin

ANIMASI SESI 02
BOS the series dari MSV Pictures | Lelunga dari TTNTT
Surat Untuk Jakarta dari Pijaru | Gob and Friends dari Hompimpa
Tak Direstui dari Trio Hantu CS | Culoboyo dari Cak Ikin


TERIMA KASIH 86 PENONTON!

PANITIA
Penanggung Jawab : Cak Waw
Acara : Ucan
Teknisi proyektor & Konsumsi : Habibah
Dok Foto & Front desk : Fava
Teknisi Sound : Rizki
Dok Video & Front Desk & Konsumsi : Afifah
Dok VIdeo : Rizal
Dok Video : Sam

TERIMAKASIH IFI SURABAYA & INFIS